Monday , 25 June 2018
update
Turki Segera Terapkan Undang-Undang Anti-Alkohol

Turki Segera Terapkan Undang-Undang Anti-Alkohol

Ankara – Parlemen Turki resmi meloloskan undang-undang  baru yang melarang konsumsi dan iklan minuman beralkohol di negeri berpenduduk mayoritas Muslim tersebut, Jumat (24/5/13). Undang-undang ini melarang perusahaan minuman beralkohol menjadi sponsor berbagai acara di Turki dan melarang tempat-tempat yang memungkinkan konsumsi minuman beralkohol.

Televisi, film, atau video musik juga dilarang memuat gambar atau adegan yang mendorong konsumsi minuman beralkohol. Undang-undang ini juga melarang siapa pun menjual minuman beralkohol pada pukul 22.00 hingga 06.00.

Partai Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) yang menjadi pendukung undang-undang ini mengatakan, undang-undang ini akan melindungi masyarakat Turki, terutama anak-anak dari efek buruk alkohol.

Sebaliknya, kelompok yang menentang undang-undang baru ini menilai aturan baru ini merupakan tanda konservatisme mulai menguat di Turki yang sekuler. Mereka juga menganggap bahwa undang-undang baru ini adalah intervensi negara terhadap kehidupan pribadi warga.

Undang-undang ini juga mengandung sanksi keras bagi pengemudi mobil yang ketahuan mabuk saat berkendara. Mengemudikan mobil dengan kadar alkohol lebih dari 0,05 persen akan dihukum denda 300 euro atau Rp 3,8 juta dan pembekuan surat izin mengemudi selama enam bulan. Sementara, pengemudi mobil dengan kadar alkohol dalam darah di atas 0,1 persen bahkan diancam hukuman penjara maksimal dua tahun.

Sebelum diberlakukan, undang-undang baru ini harus mendapatkan persetujuan Presiden Abdullah Gul. Presiden Gul diharapkan menandatangani undang-undang itu dalam waktu singkat.

Meski sebagian besar warganya memeluk Islam, namun Turki selama ini dikenal sebagai sebuah negara sekuler. Bahkan, di masa lalu, penggunaan jilbab di instusi pemerintahan dilarang. Pada masa pemerintahan Erdogan, larangan itu dihapus sehingga semakin banyak perempuan berjilbab terlihat di seantero Turki dan larangan minuman beralkohol juga semakin luas.

Pemerintahan PM Recep Tayyip Erdogan yang sudah berkuasa selama satu dekade kerap dianggap akan membawa Turki menjadi negara Islam konservatif.

sumber : AFP

editor : Henda

Leave a Reply

Scroll To Top